Jumat, 07 Juni 2013

Resensi Buku Bait – Bait Cinta


A. Judul buku : Bait-bait Cinta
B. Pengarang   : Aguk Irawan MN, Lc    (Geidurrahman Elmishry)
C. Diterbitkan di : Jakarta Selatan
D. Penerbit : Grafindo Khazanah Ilmu
E. Tahun terbit : 2008
F.  Halaman : 350 halaman.
G. Kelebihan buku :
1.         Mengajarkan kita untuk berani mengambil keputusan bahwa pengabdian kepada Tuhan dan jihad lebih utama dibanding cinta.
2.         Karya ini akan menggungah nurani dan membuka pikiran kita akan makna cinta, agama dan pentingnya melestarikan nilai-nilai keluhuran dan keadilan.
3.         Kisah cinta, agama dan sejarah semuanya bergolak dalam satu bingkai cerita yang bergerak pelan tapi terkadang menikung dan menegangkan.
4.         Teknis mengarangnya bisa dinikmati
5.         Menyajikan persoalan yang sangat ruwet, dilematis dan multi-kepentingan seperti konflik Palestina dan Israel.
6.         Buku ini mendukung terciptanya perdamaian abadi dan perjuangan.
7.         Buku ini kaya akan pegetahuan tentang lika-liku sejarah suatu bangsa dan geliat budaya yang khas.



H. Kekurangan buku :
1.         Ada sedikit gangguan saat membawa, terkait dengan catatan kaki. Pembaca terpaksa membolak-balikkan buku untuk mengetahui arti dan maksud kata dan tempat yang tidak pembaca ketahui.
I.    Sinopsis dari novel Bait-bait Cinta :
Novel ini menceritakan kehidupan seorang Jaka Suganda, seorang mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar. Jaya Suganda adalah sosok yang cerdas, dinamis, dan seorang aktivis disekolahnya. Dia bertekad untuk meneruslan kuliahnya di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir meskipun keadaannya tidak memungkinkan. Dia mendapat beasiswa dari Departemen Agama sehingga dia dapat mekanjutkan kuliahnya di Universitas yang dia inginkan. Selain itu dia juga mendapat bantuan dari seorang warga di kampungnya bernama Haji Ismail. Bantuan ini tidak lepas dari seorang perempuan yang bernama Fatimah. Fatimah adalah adik kelas Jaka Suganda dan Fatimah mengetahui bahwa Jaka Suganda bertekad untuk meneruskan sekolahnya di Universitas Al-Azhar, maka dari itu Fatimah membicarakannya kepada ayahnya dan ayahnya bersedia membantu Jaya Suganda. Kemudian rasa simpati itu berangsur-angsur berubah menjadi rasa cinta.
Saat-saat sebelum kepergiaan Jaka ke Mesir, Haji Ismail sempat berdecak kagum saat menyaksikan kecerdasan Jaka. Selain itu pandangan-pandangan Jaka yang sangat dewasa membuat Haji Ismail yakin untuk membiayai Jaka, kelak suatu hari nanti Jaka dapat mengajarkan agamanya didaerahnya.
Ketika Jaka sudah melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo dia berkenalan dengan seorang perempuan bernama Amira yang berawakan Palestina yang juga sedang melanjutkan studynya di Kairo. Perkenalan berawal dari pertandingan basket antar mahasiswa asing yaitu mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Palestina. Berawal dari Muhammad Iyad yang menceritakan keahlian Jaka bermain basket dan perilaku Jaka yang sopan santun dan berwawasan luas.
Jaka simpatik kepada Amira karna seluruh keluarga Amira mati syahid karna dibunuh oleh tentara Zionis Israel. Pertemanan mereka berlanjut menjadi hubungan asmara hal ini terjadi karna mereka sama-sama mempunyai kelebihan baik secara fisik maupun hal lainnya. Sejak saat itu Jaka tiudak memperhatikan Fatimah.
Ternyata di Indonesia Haji Ismail dan Sukarta orang tua Jaka membuat perjodohan untuk Jaka dan Fatimah karna diam-diam Haji Ismail mengingkan Jaka untuk menjadi menantunya agar Jaka dapat mewujudkan cita-cita Haji Ismail membuat Pesantren di daerah Cipakat. Awalnya ibunda Ftaimah tidak menyetujuinya karna beliau sudah menganggap Jaka seperti anaknya sendiri. Tetapi akhirnya ibunda Fatimah menyetujuinya. Sebelumnya orang tua Fatimah telah mencarikan alternative calon yang hendak di sandingkan oleh pitrinya kepada Kiyai Ghofur seorang pengasuh pesantern didaerahnya. Calon demi calon di datangkan tetapi belum menemukan kecocokan sehingga Haji Ismail melakukan rencana kain yaitu rencana keluarga Haji Ismail ingin naik haji. Akad nikah akan dilaksanakan di Mekkah saat mereka melakukan ibadah haji. Jaka kebetulan mendapatkan Tenaga Musim Haji dari KBRI.
Jaka gamang karna mendapat kabar bahwa ia akan di jodohkan dengan Fatimah. Namun Jaka juga tidak sanggup untuk meninggalkan Amira yang sedang bersedih karna kehilangan orang tua angkatnya yang meninggal karna terkena bom saat mereka berlibur. Di satu sisi Fatimahlah yanh bisa membuat Jaka dapat bersekolah di Universitas yang ia inginkan. Tetapi Jaka tidak dapat mengelak benih0benih cinta yang tekah tumbuh antar ia dengan Amira. Di tengah kegalauannya antara memilih Fatima atau menerima ajakan Amira untuk kembali ke Palestina. Jaka akhirnya mengakhiri keputusannya dan dia mengambil keputusan yang sangat amat berat untuknya. Dia membatalkan temusnya (Tenaga Musim Haji) dan membatalkan perjodohannya dengan Fatimah. Dan akhirnya Jaka memilih untuk pergi bersama Amira ke Palestina.
J. Kesimpulan :
Novel ini telah menyuguhkan kisah romantis, dinamis, hangat dan penuh tanggung jawab dengan tetap berlatar Arab-Mesir. Novel ini juga menceritakan sejarah lokal Indonesia juga memaparkan agama samawi dan pertikaan antara Israel-Palestina. Isinya terkandung nilai-nilai kehidupan yang di kemas dalam penyampaiannya yang sederhana dan mudah di terima pesannya oleh pembaca sehingga dapat memotivikasikan menjadi lebih baik lagi.

                                                                                                By: Siska Ayu Fitriyani


Tidak ada komentar:

Posting Komentar